Back to Languages

Indonesian - Chapter 37 - As-Saffat

Translation by Jalal Ad Din Al Mahalli And Jalal Ad Din As Suyuti — Permalink

Verse 1 — Surah As-Saffat 37:1

(Demi yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya) yaitu para malaikat yang berbaris membentuk saf-saf dalam menyembah Allah, atau para malaikat yang sayap-sayapnya bersaf-saf membentuk barisan di udara sambil menunggu apa yang diperintahkan kepada mereka

Verse 2 — Surah As-Saffat 37:2

(Dan demi rombongan yang menggiring dengan sebenar-benarnya) demi para malaikat yang menggiring atau mengarak awan

Verse 3 — Surah As-Saffat 37:3

(Dan demi rombongan yang membacakan) maksudnya para pembaca Alquran yang sedang membacakannya sebagai (peringatan) lafal Dzikran menjadi Mashdar dari makna Fi'il At-Taaliyaat. Maksudnya, demi para qari yang membacakan peringatan atau Alquran

Verse 4 — Surah As-Saffat 37:4

(Sesungguhnya Tuhan kalian) hai penduduk Mekah (benar-benar Esa)

Verse 5 — Surah As-Saffat 37:5

(Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari) dan tempat-tempat terbenamnya pada setiap harinya, yaitu arah Timur dan arah Barat

Verse 6 — Surah As-Saffat 37:6

(Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang) dengan cahayanya, atau hiasan itu berupa bintang-bintang itu sendiri. Pengertian Idhafah di sini mengandung makna bayan atau menjelaskan, perihalnya sama dengan makna qiraat yang menanwinkannya

Verse 7 — Surah As-Saffat 37:7

(Dan sebagai pemelihara) lafal Hifzhan dinashabkan oleh Fi'il yang diperkirakan keberadaannya pada sebelumnya, yakni Kami memelihara langit dengan bintang-bintang atau meteor-meteor (dari setiap) lafal ayat ini berta'alluq kepada Fi'il yang diperkirakan keberadaannya (setan yang durhaka) setan yang membangkang atau tidak mau taat

Verse 8 — Surah As-Saffat 37:8

(Mereka tidak dapat mendengar-dengarkan) maksudnya setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan apa yang telah dipelihara oleh-Nya. Lafal ayat ini merupakan jumlah Isti'naf (pembicaraan para malaikat) yang berada di langit. Lafal Yasma'uuna dimuta'addikan dengan huruf Ilaa karena pengertiannya mengandung makna seperti apa yang terdapat di dalam lafal Al-Ishghaa. Menurut suatu qiraat dibaca La Yassamma'uuna dengan memakai Tasydid pada huruf Mim dan Sin-nya, berasal dari lafal Yatasamma'uuna, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Sin, sehingga jadilah Yassamma'uuna (Dan mereka dilempari) yakni setan-setan itu dengan meteor-meteor (dari segala penjuru) langit

Verse 9 — Surah As-Saffat 37:9

(Untuk mengusir mereka) lafal Duhuuran bentuk Mashdar dari lafal Daharahu, artinya dia mengusir mereka dan menjauhkan mereka, juga menjadi Maf'ul Lah (dan bagi mereka) di akhirat kelak (azab yang kekal) yang abadi

Verse 10 — Surah As-Saffat 37:10

(Terkecuali setan yang mencuri-curi -pembicaraan malaikat- dengan sekali curi) lafal Al-Khathfah adalah Mashdar Marrah dan yang diistitsnakan atau yang dikecualikan adalah dhamir yang terkandung di dalam lafal Laa Yasma'uuna. Maksudnya, tiada yang dapat mendengarkan pembicaraan para malaikat kecuali hanya setan yang dapat mencuri-curinya dengan cepat (maka ia dikejar oleh meteor) yakni bintang yang bercahaya (yang melubanginya) yang menembus tubuh setan-setan itu, atau membakarnya, atau membuatnya cacat

Verse 11 — Surah As-Saffat 37:11

(Maka tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah, kalimat ayat ini mengandung makna Taqrir atau Taubikh, yakni mengandung nada menetapkan atau celaan, ("Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah yang telah Kami ciptakan itu?") yakni para malaikat, langit, bumi dan semua apa yang ada di antara keduanya. Didatangkannya lafal Man mengandung pengertian memprioritaskan makhluk yang berakal. (Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka) asal mereka, yaitu Nabi Adam (dan tanah liat) tanah yang melekat di tangan bilamana dipegang. Maksudnya, kejadian mereka adalah dari sesuatu yang lemah, karena itu janganlah mereka bersikap takabur dan sombong, yakni mengingkari Nabi saw. dan Alquran, yang hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang kebinasaan

Verse 12 — Surah As-Saffat 37:12

(Bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan arti Intiqal, yakni perpindahan dari suatu topik pembicaraan kepada pembicaraan yang lain, yaitu pembahasan mengenai keadaan Nabi Muhammad dan orang-orang kafir Mekah (kamu heran) pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi saw. yakni kamu heran akan keingkaran mereka terhadapmu (dan) mereka (menghinakan kamu) karena keherananmu itu

Verse 13 — Surah As-Saffat 37:13

(Dan apabila mereka diberi pelajaran) maksudnya, dinasihati dengan ayat-ayat Alquran (mereka tiada mengingatinya) mereka tidak menjadikannya sebagai pelajaran

Verse 14 — Surah As-Saffat 37:14

(Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah) seperti terbelahnya bulan (mereka sangat menghinakan) mereka menghina dan mengejeknya

Verse 15 — Surah As-Saffat 37:15

(Dan mereka berkata) sehubungan dengan adanya tanda kebesaran Allah itu, ("Tiada lain) tidak lain (ini hanyalah sihir yang nyata") jelas sihirnya. Kemudian mereka berkata seraya mengingkari adanya hari berbangkit

Verse 16 — Surah As-Saffat 37:16

(Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang-belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan?) lafal A-idzaa dan A-innaa dapat pula dibaca Tas-hil, sehingga bacaannya menjadi Ayidzaa dan Ayinnaa

Verse 17 — Surah As-Saffat 37:17

(Dan apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu) kalau dibaca Au berarti huruf 'Athaf, jika dibaca Awa, berarti huruf Istifham, Wawu-nya adalah huruf 'Athaf, sedangkan Ma'thuf 'Alaihnya adalah Inna dan Isimnya secara Mahall, atau di'athafkan kepada Dhamir yang terkandung di dalam lafal Lamab'uutsuuna, Hamzah Istifham sebagai pemisahnya. Maksudnya, apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu akan dibangkitkan pula

Verse 18 — Surah As-Saffat 37:18

(Katakanlah kepada mereka, "Ya) mereka pasti dibangkitkan hidup kembali (dan kalian akan terhina") kalian akan menjadi orang-orang yang terhina karenanya

Verse 19 — Surah As-Saffat 37:19

(Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah dengan) dhamir pada ayat ini bersifat Mubham, kurang jelas, lalu ditafsirkan oleh ayat selanjutnya (suatu teriakan) atau satu hardikan saja (maka tiba-tiba mereka) yakni makhluk semuanya, menjadi hidup kembali seraya (melihat) apa yang dilakukan terhadap diri mereka

Verse 20 — Surah As-Saffat 37:20

(Dan mereka berkata) yakni orang-orang kafir, ("Aduhai!) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kita") binasalah kita. Lafal Al-Wail merupakan bentuk Mashdar yang tidak mempunyai kata kerja dari lafalnya sendiri. Kemudian para malaikat berkata kepada orang-orang kafir itu. (Inilah hari pembalasan) hari penghisaban amal perbuatan dan pembalasannya

Verse 21 — Surah As-Saffat 37:21

(Inilah hari keputusan) di antara para makhluk semuanya (yang kalian selalu mendustakannya)

Verse 22 — Surah As-Saffat 37:22

Kemudian diperintahkan kepada para malaikat itu, ("Kumpulkanlah orang-rang yang zalim) yaitu orang-orang yang berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri karena mereka telah berbuat kemusyrikan (beserta teman sejawat mereka) teman-teman karib mereka, yaitu setan-setan (dan sesembahan-sesembahan yang selalu mereka sembah)

Verse 23 — Surah As-Saffat 37:23

(Selain Allah) yaitu berhala-berhala (maka tunjukkanlah kepada mereka) dan giringlah mereka (ke jalan jahim) atau jalan ke neraka

Verse 24 — Surah As-Saffat 37:24

(Dan tahanlah mereka) di tempat perhentian atau Ash-Shirat (karena sesungguhnya mereka akan ditanya") mengenai semua perkataan dan perbuatan mereka

Verse 25 — Surah As-Saffat 37:25

Dikatakan kepada mereka dengan nada yang mengandung penghinaan dan cemoohan, ("Kenapa kalian tidak tolong-menolong") maksudnya mengapa sebagian di antara kalian tidak menolong kepada sebagian yang lain sebagaimana keadaan kalian waktu di dunia? Dan dikatakan pula kepada mereka

Verse 26 — Surah As-Saffat 37:26

(Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri) atau mereka itu tunduk dalam keadaan penuh kehinaan

Verse 27 — Surah As-Saffat 37:27

(Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan") saling cela-mencela dan saling bantah-membantah

Verse 28 — Surah As-Saffat 37:28

(Mereka berkata) yaitu sebagian dari pengikut-pengikut mereka berkata kepada para pemimpin mereka, ("Sesungguhnya kalianlah yang datang kepada kami dari kanan") maksudnya, dari segi yang kami merasa percaya kepada kalian karena kalian telah bersumpah kepada kami, bahwa kalian adalah orang-orang yang benar, karenanya kami percaya kepada kalian, dan kami mengikuti kalian. Maksudnya sesungguhnya kalian telah menyesatkan kami

Verse 29 — Surah As-Saffat 37:29

(Mereka berkata) yakni pemimpin-pemimpin yang diikuti oleh mereka ("Sebenarnya kalianlah yang tidak beriman") dan sesungguhnya tidak akan percaya penyesatan yang kami lakukan seandainya kalian adalah orang-orang yang beriman, niscaya kalian akan ingkar terhadap kami

Verse 30 — Surah As-Saffat 37:30

(Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadap kalian) kami tidak mempunyai kemampuan untuk memaksa kalian mengikuti kami (bahkan kalianlah kaum yang melampaui batas) maksudnya, orang-orang yang sesat seperti kami

Verse 31 — Surah As-Saffat 37:31

(Maka pastilah) atau tetaplah (atas kita) semua (putusan Rabb kita) yakni azab-Nya, yaitu sebagaimana yang telah diungkapkan-Nya pada ayat yang lain, "Sesungguhnya Aku akan penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama." (Q.S. As-Sajdah, 13). (sesungguhnya kita) semua (akan merasakan) azab dengan adanya keputusan itu, yang akhirnya membuat mereka berkata

Verse 32 — Surah As-Saffat 37:32

(Maka kami telah menyesatkan kalian) sebagai penjelasan dari perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat)

Verse 33 — Surah As-Saffat 37:33

Allah swt. berfirman, (Maka sesungguhnya mereka pada hari itu) pada hari kiamat (bersama-sama dalam azab) karena mereka bersekutu dalam kesesatan

Verse 34 — Surah As-Saffat 37:34

(Sesungguhnya demikianlah) artinya, sebagaimana Kami memperlakukan mereka (Kami berbuat terhadap orang-orang yang jahat) selain mereka. Yakni Kami pasti akan mengazab orang yang sesat beserta pengikut-pengikutnya

Verse 35 — Surah As-Saffat 37:35

(Sesungguhnya mereka) yaitu orang-orang tersebut; dialamatkan kepada mereka karena berdasarkan penjelasan selanjutnya yaitu (dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Laa Ilaaha Illallaah") Tiada Tuhan melainkan Allah, (mereka menyombongkan diri)

Verse 36 — Surah As-Saffat 37:36

(Dan mereka berkata, "Apakah sesungguhnya kami) lafal A-innaa dapat pula dibaca Ayinnaa (harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila?") yakni demi karena Muhammad

Verse 37 — Surah As-Saffat 37:37

Allah swt. berfirman: (Sebenarnya dia Muhammad telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul) yang juga datang membawa kebenaran, yaitu kalimat Laa Ilaaha Illallaah/tidak ada Tuhan selain Allah

Verse 38 — Surah As-Saffat 37:38

(Sesungguhnya kalian) di dalam ungkapan ini terkandung Iltifat karena seharusnya Innahum (pasti akan merasakan azab yang pedih)

Verse 39 — Surah As-Saffat 37:39

(Dan kalian tidak diberi pembalasan melainkan) pembalasan (apa yang telah kalian kerjakan)

Verse 40 — Surah As-Saffat 37:40

(Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan) yakni hamba-hamba Allah yang beriman, Istitsna di sini bersifat Munqathi', dan pembalasannya disebutkan pada firman selanjutnya, yaitu

Verse 41 — Surah As-Saffat 37:41

(Mereka itu memperoleh) di dalam surga (rezeki yang tertentu) setiap pagi dan sorenya

Verse 42 — Surah As-Saffat 37:42

(Yaitu buah-buahan) menjadi Badal atau 'Athaf Bayan dari lafal Rizqun; yaitu bermacam-macam rezeki yang dimakan hanya untuk dinikmati, bukan untuk memelihara kesehatan, karena penduduk surga tidak perlu lagi memelihara kesehatan sebab mereka telah diciptakan untuk hidup abadi dan sehat selama-lamanya. (Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan) dengan pahala yang berlimpah dari Allah swt

Verse 43 — Surah As-Saffat 37:43

Di dalam surga-surga yang penuh nikmat

Verse 44 — Surah As-Saffat 37:44

(Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan) artinya, sebagian dari mereka duduk menghadap kepada sebagian yang lain, sehingga sebagian dari mereka tidak melihat tengkuk sebagian yang lainnya

Verse 45 — Surah As-Saffat 37:45

(Diedarkan kepada mereka) maksudnya, kepada masing-masing di antara mereka diedarkan (gelas) yaitu tempat untuk minum berikut minumannya (yang berisikan khamar dari sungai khamar) yang mengalir bagaikan sungai di bumi

Verse 46 — Surah As-Saffat 37:46

(Warnanya putih) lebih putih daripada air susu (sedap rasanya) sangat lezat rasanya (bagi orang-orang yang minum) berbeda dengan khamar di dunia yang apabila diminum rasanya tidak enak

Verse 47 — Surah As-Saffat 37:47

(Tidak ada di dalam khamar itu alkohol) yakni zat yang membuat akal mereka mabuk (dan mereka tiada mabuk karenanya) dapat dibaca Yunzafuuna atau yanzifuuna, yang berasal dari kalimat, Nazafasy Syaaribu, dan Anzafa, artinya memabukkan; maksudnya khamar surga itu tidak memabukkan berbeda halnya dengan khamar di dunia

Verse 48 — Surah As-Saffat 37:48

(Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya) yaitu bidadari-bidadari yang selalu menundukkan pandangan matanya, atau dengan kata lain mereka hanya memandang suami-suami mereka saja dan tidak memandang orang lain, karena menurut mereka suami-suami mereka adalah orang-orang yang paling cakap (dan jelita matanya) artinya mata bidadari-bidadari itu sangat jelita

Verse 49 — Surah As-Saffat 37:49

(Seakan-akan mereka) yakni warna kulit mereka (adalah telur) burung unta (yang tersimpan dengan baik) bagaikan telur burung unta yang terlindungi oleh bulu induknya, sehingga tidak ada suatu debu pun yang menempel padanya, demikian pula warnanya, putih kekuning-kuningan, warna kulit seperti itu adalah warna kulit wanita yang paling cantik

Verse 50 — Surah As-Saffat 37:50

(Lalu sebagian mereka menghadap) yakni sebagian penduduk surga (kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap) mengenai apa yang telah mereka lakukan di dunia

Verse 51 — Surah As-Saffat 37:51

(Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu di dunia mempunyai seorang teman) yakni teman yang ingkar kepada adanya hari berbangkit

Verse 52 — Surah As-Saffat 37:52

(Yang berkata,) kepadaku dengan nada yang mengejek, ('Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan) adanya hari berbangkit

Verse 53 — Surah As-Saffat 37:53

(Apakah apabila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita) kedua huruf Hamzah pada ketiga tempat yang disebutkan di atas, yaitu A-innaka, A-idzaa dan A-innaa boleh dibaca Tahqiq dan boleh pula dibaca Tas-hil (benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?') maksudnya akan dibalas dan dihisab? Ia ternyata ingkar kepada hal tersebut

Verse 54 — Surah As-Saffat 37:54

(Berkata pulalah ia) yaitu penghuni surga yang mengatakan demikian kepada temannya ('Maukah kamu melihat keadaan temanku itu?'") maksudnya bersama-sama untuk melihat apa yang dialami temannya di dalam neraka? Temannya menjawab, "Tidak mau

Verse 55 — Surah As-Saffat 37:55

(Maka ia meninjaunya) yakni orang yang mengatakan demikian itu dari sebagian jendela surga (lalu ia melihat temannya itu) yaitu temannya yang ingkar kepada adanya hari berbangkit itu (di tengah-tengah neraka menyala-nyala) berada di tengah-tengah neraka Jahim

Verse 56 — Surah As-Saffat 37:56

(Ia berkata pula) dengan nada mengejek, ("Demi Allah, sesungguhnya) lafal In di sini adalah bentuk Takhfif dari Inna (kamu benar-benar hampir) kamu hampir saja (mencelakakanku) membinasakan aku melalui penyesatanmu itu

Verse 57 — Surah As-Saffat 37:57

(Jika tidak karena nikmat Rabbku) atas diriku yaitu berupa iman (pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret) bersamamu ke dalam neraka. Dan penduduk surga berkata

Verse 58 — Surah As-Saffat 37:58

Maka apakah kita tidak akan mati

Verse 59 — Surah As-Saffat 37:59

(Melainkan hanya kematian kita yang pertama) yakni kematian kita di dunia (dan kita tidak akan disiksa di akhirat ini?") Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna menetapkan kenikmatan yang mereka rasakan dan sebagai ungkapan rasa syukur mereka atas nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada diri mereka, yaitu mereka dijadikan hidup abadi dengan penuh kenikmatan dan tidak disiksa untuk selama-lamanya

Verse 60 — Surah As-Saffat 37:60

(Sesungguhnya ini) yakni apa yang Aku jelaskan mengenai keadaan penduduk surga (benar-benar kemenangan yang besar)

Verse 61 — Surah As-Saffat 37:61

(Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang beramal) menurut suatu pendapat, bahwa perkataan ini ditujukan kepada mereka. Dan menurut pendapat yang lain disebutkan, bahwa merekalah yang mengatakan demikian

Verse 62 — Surah As-Saffat 37:62

(Apakah yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan bagi ahli surga itu (merupakan hidangan yang lebih baik) suguhan atau hidangan yang diperuntukkan menjamu tamu atau orang yang menginap (ataukah pohon zaqqum) yang disediakan buat ahli neraka; pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah. Allah menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim, sebagaimana yang akan diterangkan nanti

Verse 63 — Surah As-Saffat 37:63

(Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu) artinya ditumbuhkannya pohon tersebut di dalam neraka (sebagai fitnah bagi orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir Mekah, karena mereka telah mengatakan, bahwa api itu membakar pohon, mana mungkin di dalam neraka dapat ditumbuhkan pohon

Verse 64 — Surah As-Saffat 37:64

(Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala) yakni dari dasar neraka Jahanam, dan ranting-rantingnya mencuat sampai ke relung-relungnya

Verse 65 — Surah As-Saffat 37:65

(Mayangnya) diserupakan dengan mayang pohon kurma (seperti kepala setan-setan) maksudnya, seperti ular-ular yang sangat buruk dan menjijikkan tampangnya

Verse 66 — Surah As-Saffat 37:66

(Maka sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (benar-benar memakan sebagian dari pohon itu) sekalipun rasanya sangat memuakkan, karena mereka dalam keadaan sangat lapar (maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu)

Verse 67 — Surah As-Saffat 37:67

(Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas) yang mereka minum, hingga bercampur di dalam perut mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka minum itu

Verse 68 — Surah As-Saffat 37:68

(Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim) ayat ini memberikan pengertian, bahwa mereka keluar dahulu dari dalam neraka untuk meminum air hamim atau air yang sangat panas itu, dan bahwasanya air yang sangat panas itu adanya di luar neraka

Verse 69 — Surah As-Saffat 37:69

(Karena sesungguhnya mereka mendapati) menemukan (bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat)

Verse 70 — Surah As-Saffat 37:70

(Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu) atau terburu-buru mengikutinya, oleh karenanya mereka tergesa-gesa mengikuti kesesatan bapak-bapak mereka, tanpa berpikir lebih jauh lagi

Verse 71 — Surah As-Saffat 37:71

(Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka sebagian besar dari orang-orang yang dahulu) umat-umat yang terdahulu

Verse 72 — Surah As-Saffat 37:72

(Dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan di kalangan mereka) yakni rasul-rasul yang memberi peringatan kepada mereka

Verse 73 — Surah As-Saffat 37:73

(Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu) yakni orang-orang kafir itu, kesudahan mereka mendapat azab

Verse 74 — Surah As-Saffat 37:74

(Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan -dari dosa-dosa-) yakni kaum mukminin, sesungguhnya mereka selamat dari azab, karena keikhlasan mereka dalam beribadah kepada Allah. Atau karena Allah telah membersihkan mereka dari dosa-dosanya, makna ini berdasar qiraat yang membacanya Mukhlashiina

Verse 75 — Surah As-Saffat 37:75

(Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami) melalui doanya, sebagaimana yang disitir oleh ayat lain, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)." (Q.S. Al-Qamar, 10). (maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan) doanya adalah Kami. Maksudnya, Nuh berdoa kepada Allah untuk dimenangkan atas kaumnya, lalu Allah binasakan mereka melalui banjir besar hingga mereka tenggelam semuanya

Verse 76 — Surah As-Saffat 37:76

(Dan Kami telah menyelamatkannya beserta keluarganya dari bencana yang besar) yakni dari banjir yang besar itu

Verse 77 — Surah As-Saffat 37:77

(Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan) dengan demikian maka manusia semuanya adalah anak cucu dari Nabi Nuh a.s. Nabi Nuh mempunyai tiga orang anak, yaitu Sam adalah bapak moyang bangsa Arab, bangsa Persia dan bangsa Romawi; Ham adalah bapak moyang bangsa yang berkulit hitam; Yafits adalah bapak moyang bangsa Turki, bangsa Khazr, Ya'juj dan Ma'juj dan lain-lainnya

Verse 78 — Surah As-Saffat 37:78

(Dan Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk Nuh itu) pujian yang baik (di kalangan orang-orang yang datang kemudian) yakni para nabi dan semua umat manusia hingga hari kiamat

Verse 79 — Surah As-Saffat 37:79

(Kesejahteraan) dari Kami dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam

Verse 80 — Surah As-Saffat 37:80

(Sesungguhnya demikianlah Kami,) artinya sebagaimana Kami memberikan balasan kepada mereka (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik)

Verse 81 — Surah As-Saffat 37:81

Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman

Verse 82 — Surah As-Saffat 37:82

(Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain) yakni orang-orang kafir dari kaum Nabi Nuh

Verse 83 — Surah As-Saffat 37:83

(Dan sesungguhnya di antara golongan Nuh) yang mengikutinya dalam masalah pokok agama, yaitu masalah tauhid (adalah Ibrahim) sekalipun jarak zaman di antara keduanya sangat jauh, yaitu dua ribu enam ratus empat puluh tahun; dan adalah di antara keduanya terdapat Nabi Hud dan Nabi Saleh

Verse 84 — Surah As-Saffat 37:84

(Ingatlah ketika ia datang kepada Rabbnya) maksudnya, ia mengikuti-Nya sewaktu datang kepada kaumnya (dengan hati yang suci) dari keraguan dan hal-hal lainnya

Verse 85 — Surah As-Saffat 37:85

(Ingatlah ketika ia berkata) sedangkan ia dalam keadaan demikian, yakni bersih dari keraguan terhadap Rabbnya (kepada bapaknya dan kaumnya) dengan nada yang mencela. ("Apakah) yang (kalian sembah itu)

Verse 86 — Surah As-Saffat 37:86

(Apakah dengan jalan berbohong) kedua huruf Hamzah pada ayat ini dapat dibaca Tahqiq atau Tas-hil (kalian menghendaki sesembahan-sesembahan selain Allah?) lafal Ifkan adalah Maf'ul Lah, dan lafal Aalihah adalah Maf'ul Bih bagi lafal Turiduuna. Al-Ifku artinya dusta yang paling buruk; makna yang dimaksud adalah, apakah kalian menyembah selain Allah

Verse 87 — Surah As-Saffat 37:87

(Maka apakah anggapanmu terhadap Rabb semesta alam?") jika kalian menyembah selain-Nya; apakah kalian menganggap bahwa Dia akan membiarkan kalian tanpa mengazab kalian? Tentu saja tidak, Dia pasti mengazab kalian. Mereka adalah orang-orang ahli perbintangan. Lalu mereka keluar pada hari raya mereka dan meletakkan makanan mereka di depan latar berhala-berhala mereka, mereka menduga bahwa hal itu dapat membawa berkah pada makanan mereka. Apabila mereka kembali, maka mereka memakan makanan tersebut. Mereka mengatakan kepada Nabi Ibrahim, "Marilah kita keluar

Verse 88 — Surah As-Saffat 37:88

(Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang) untuk mengelabui mereka, bahwasanya dia percaya kepada bintang-bintang itu, supaya mereka tidak menaruh rasa curiga terhadap dirinya

Verse 89 — Surah As-Saffat 37:89

(Kemudian ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit") maksudnya, aku akan mengalami sakit

Verse 90 — Surah As-Saffat 37:90

(Lalu mereka berpaling daripadanya) menuju ke tempat perayaan mereka (dengan membelakangi)

Verse 91 — Surah As-Saffat 37:91

(Kemudian ia pergi dengan diam-diam) atau Nabi Ibrahim berangkat dengan diam-diam menuju (kepada berhala-berhala mereka) yang pada saat itu di hadapannya terdapat banyak hidangan makanan (lalu ia berkata) dengan nada yang sinis ditujukan kepada berhala-berhala mereka itu, ("Apakah kalian tidak makan?") tetapi berhala-berhala itu diam saja

Verse 92 — Surah As-Saffat 37:92

Maka Ibrahim berkata, ("Kenapa kalian tidak menjawab?") ternyata berhala-berhala itu tidak juga menjawab

Verse 93 — Surah As-Saffat 37:93

(Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya) artinya, dengan sekuat-kuatnya hingga berhala-berhala itu pecah berantakan. Berita penghancuran berhala-berhala itu sampai kepada kaumnya melalui orang-orang yang melihat Nabi Ibrahim sedang menghancurkannya

Verse 94 — Surah As-Saffat 37:94

(Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas) mereka berjalan dengan terburu-buru, lalu mereka berkata kepada Nabi Ibrahim, "Kami menyembahnya sedangkan kamu memecahkannya

Verse 95 — Surah As-Saffat 37:95

(Ibrahim berkata) kepada mereka dengan nada sinis, ("Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu?) dari batu dan dari bahan-bahan lainnya sebagai berhala-berhala yang kalian sembah

Verse 96 — Surah As-Saffat 37:96

(Padahal Allahlah yang telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu") yakni tentang apa yang kalian pahat dan hasil pahatan kalian itu, karenanya sembahlah Dia dan esakanlah Dia. Huruf Maa di sini menurut suatu pendapat adalah Maa Mashdariyah, menurut pendapat lainnya adalah Maa Maushulah, dan menurut pendapat lainnya lagi adalah Maa Maushufah

Verse 97 — Surah As-Saffat 37:97

(Mereka berkata) di antara sesama mereka ("Dirikanlah suatu bangunan untuknya) lalu kumpulkanlah kayu-kayu bakar di bawahnya, dan nyalakanlah api padanya, maka apabila ia telah menyala (lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu") yakni ke dalam api yang telah membesar nyalanya itu

Verse 98 — Surah As-Saffat 37:98

(Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya) dengan melemparkannya ke dalam api yang menyala-nyala untuk membinasakannya (maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina) orang-orang yang dikalahkan; karena ternyata Nabi Ibrahim keluar dari dalam api itu dalam keadaan selamat tidak apa-apa

Verse 99 — Surah As-Saffat 37:99

(Dan Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku) artinya berhijrah demi karena-Nya meninggalkan negeri orang-orang kafir (dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku) ke tempat yang aku diperintahkan-Nya berangkat ke sana, yaitu negeri Syam. Tatkala ia sampai di tanah suci yaitu Baitulmakdis, berkatalah ia dalam doanya

Verse 100 — Surah As-Saffat 37:100

(Ya Rabbku! Anugerahkanlah kepadaku) seorang anak (yang termasuk orang-orang yang saleh)

Verse 101 — Surah As-Saffat 37:101

(Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar) yakni yang banyak memiliki kesabaran

Verse 102 — Surah As-Saffat 37:102

(Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim) yaitu telah mencapai usia sehingga dapat membantunya bekerja; menurut suatu pendapat bahwa umur anak itu telah mencapai tujuh tahun. Menurut pendapat yang lain bahwa pada saat itu anak Nabi Ibrahim berusia tiga belas tahun (Ibrahim berkata, "Hai anakku! Sesungguhnya aku melihat) maksudnya, telah melihat (dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu!) mimpi para nabi adalah mimpi yang benar, dan semua pekerjaan mereka berdasarkan perintah dari Allah swt. (maka pikirkanlah apa pendapatmu!") tentang impianku itu; Nabi Ibrahim bermusyawarah dengannya supaya ia menurut, mau disembelih, dan taat kepada perintah-Nya. (Ia menjawab, "Hai bapakku) huruf Ta pada lafal Abati ini merupakan pergantian dari Ya Idhafah (kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu) untuk melakukannya (Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar") menghadapi hal tersebut

Verse 103 — Surah As-Saffat 37:103

(Tatkala keduanya telah berserah diri) artinya, tunduk dan patuh kepada perintah Allah swt. (dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya) Nabi Ismail dibaringkan pada salah satu pelipisnya; setiap manusia memiliki dua pelipis dan di antara keduanya terdapat jidat. Kejadian ini di Mina; kemudian Nabi Ibrahim menggorokkan pisau besarnya ke leher Nabi Ismail, akan tetapi berkat kekuasaan Allah pisau itu tidak mempan sedikit pun

Verse 104 — Surah As-Saffat 37:104

Dan Kami panggil dia, "Hai Ibrahim

Verse 105 — Surah As-Saffat 37:105

(Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu") melalui apa yang telah kamu kerjakan, yaitu melaksanakan penyembelihan yang diperintahkan itu atau dengan kata lain, cukuplah bagimu hal itu. Jumlah kalimat Naadainaahu merupakan jawab dari lafal Lammaa, hanya ditambahi Wau (sesungguhnya demikianlah) maksudnya, sebagaimana Kami memberikan pahala kepadamu (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri dengan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu Kami akan melepaskan mereka dari kesulitan

Verse 106 — Surah As-Saffat 37:106

(Sesungguhnya ini) penyembelihan yang diperintahkan ini (benar-benar suatu ujian yang nyata) atau cobaan yang jelas

Verse 107 — Surah As-Saffat 37:107

(Dan Kami tebus anak itu) maksudnya, anak yang diperintahkan untuk disembelih (Nabi Ismail). Menurut suatu pendapat bahwa anak yang disembelih itu adalah Nabi Ishak (dengan seekor sembelihan) yakni dengan domba (yang besar) dari surga, yaitu domba yang sama dengan domba yang dijadikan kurban oleh Habil. Domba itu dibawa oleh malaikat Jibril, lalu Nabi Ibrahim menyembelihnya seraya membaca takbir

Verse 108 — Surah As-Saffat 37:108

(Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk Ibrahim itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik

Verse 109 — Surah As-Saffat 37:109

(Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Ibrahim)

Verse 110 — Surah As-Saffat 37:110

(Demikianlah) sebagaimana Kami memberikan imbalan pahala kepada Ibrahim (kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri

Verse 111 — Surah As-Saffat 37:111

Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman

Verse 112 — Surah As-Saffat 37:112

(Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishak) dengan adanya ayat ini dapat disimpulkan, bahwa anak yang disembelih itu bukanlah Nabi Ishak tetapi anak Nabi Ibrahim yang lainnya, yaitu Nabi Ismail (seorang nabi) menjadi Hal dari lafal yang diperkirakan keberadaannya, artinya kelak ia akan menjadi seorang nabi (yang termasuk orang-orang yang saleh)

Verse 113 — Surah As-Saffat 37:113

(Kami limpahkan keberkatan atasnya) dengan diperbanyak anak cucunya (dan atas Ishak) anak Nabi Ibrahim, yaitu Kami menjadikan kebanyakan para nabi dari keturunannya. (Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik) maksudnya, yang beriman (dan ada pula yang lalim terhadap dirinya sendiri) yang kafir (dengan nyata) nyata kekafirannya

Verse 114 — Surah As-Saffat 37:114

(Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun) yakni nikmat kenabian

Verse 115 — Surah As-Saffat 37:115

(Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya) yaitu kaum Bani Israel (dari bencana yang besar) dari perbudakan Firaun atas mereka

Verse 116 — Surah As-Saffat 37:116

(Dan Kami tolong mereka) dari cengkeraman bangsa Koptik (maka jadilah mereka orang-orang yang menang)

Verse 117 — Surah As-Saffat 37:117

(Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas) yang di dalamnya terkandung hukum-hukum dan batasan-batasan serta hal-hal lainnya, yang kesemuanya itu diterangkan dengan jelas dan gamblang di dalamnya; Kitab yang dimaksud adalah Kitab Taurat

Verse 118 — Surah As-Saffat 37:118

(Dan kami tunjuki keduanya ke jalan) yakni kepada tuntunan (yang lurus)

Verse 119 — Surah As-Saffat 37:119

(Dan Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk keduanya di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik

Verse 120 — Surah As-Saffat 37:120

(Yaitu "Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Musa dan Harun)

Verse 121 — Surah As-Saffat 37:121

(Sesungguhnya demikianlah) maksudnya, sebagaimana Kami memberikan balasan pahala kepada keduanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik)

Verse 122 — Surah As-Saffat 37:122

Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman

Verse 123 — Surah As-Saffat 37:123

(Dan sesungguhnya Ilyas) dapat dibaca Ilyaas atau Alyaas (benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul) menurut suatu pendapat bahwa Nabi Ilyas itu adalah anak saudara lelaki Nabi Harun dan Nabi Musa. Menurut pendapat yang lain bukan; ia diutus oleh Allah kepada kaum yang tinggal di kota Ba'albak dan sekitarnya

Verse 124 — Surah As-Saffat 37:124

(Ingatlah ketika) lafal Idz di sini dinashabkan oleh lafal Udzkur yang diperkirakan keberadaannya (ia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kalian tidak bertakwa) kepada Allah

Verse 125 — Surah As-Saffat 37:125

(Patutkah kalian menyembah Ba'l) Ba'l adalah nama berhala yang terbuat dari emas, dan dengan nama berhala itu pula negeri mereka diberi nama, lalu dimudhafkan kepada lafal Bik, sehingga jadilah Ba'alabak. Maksud ayat ini ialah mengapa kalian menyembahnya (dan kalian tinggalkan) artinya kalian tidak menyembah (sebaik-baik pencipta) yakni Allah; maksudnya mengapa kalian tidak menyembah Allah

Verse 126 — Surah As-Saffat 37:126

(Yaitu Allah Rabb kalian dan Rabb bapak-bapak kalian yang terdahulu?") kalau dibaca Allaahu Rabbukum Warabbu Aabaa-ikum, berarti sebelumnya diperkirakan adanya lafal Huwa. Kalau dibaca Allaaha Rabbakum warabba Aabaa-ikum berarti menjadi Badal dari lafal Ahsanal Khaaliqiina

Verse 127 — Surah As-Saffat 37:127

(Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret) ke dalam neraka

Verse 128 — Surah As-Saffat 37:128

(Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa) yaitu hamba-hamba Allah yang beriman, mereka diselamatkan dari neraka

Verse 129 — Surah As-Saffat 37:129

(Dan Kami abadikan untuk Ilyas di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik

Verse 130 — Surah As-Saffat 37:130

(Yaitu "Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Ilyasin) yang dimaksud adalah Nabi Ilyas yang tadi, ia dinamakan demikian secara Taghlib, perihalnya sama dengan ucapan orang-orang Arab jika menamakan Muhallab dan kaumnya, mereka menamakannya Al-Muhallabuun. Dan menurut qiraat yang membacakannya menjadi Aali Yasiina dengan dipanjangkan harakat Hamzahnya, berarti keluarga Nabi Ilyas, dan makna yang dimaksud adalah Nabi Ilyas pula

Verse 131 — Surah As-Saffat 37:131

(Sesungguhnya demikianlah) sebagaimana Kami memberikan balasan pahala kepadanya (Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik)

Verse 132 — Surah As-Saffat 37:132

Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman

Verse 133 — Surah As-Saffat 37:133

Dan sesungguhnya Luth benar-benar adalah seorang rasul

Verse 134 — Surah As-Saffat 37:134

Ingatlah ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya pengikut-pengikutnya semua

Verse 135 — Surah As-Saffat 37:135

(Kecuali seorang perempuan tua istrinya yang berada bersama-sama orang yang ditinggal) orang-orang yang ditinggal tertimpa azab

Verse 136 — Surah As-Saffat 37:136

(Kemudian Kami binasakan) Kami hancurkan (orang-orang yang lain) yaitu orang-orang yang kafir dari kaumnya

Verse 137 — Surah As-Saffat 37:137

(Dan sesungguhnya kalian hai penduduk Mekah benar-benar akan melalui mereka) melalui bekas-bekas dan tempat-tempat tinggal mereka bila kalian mengadakan perjalanan (di waktu pagi) maksudnya di waktu siang hari

Verse 138 — Surah As-Saffat 37:138

(Dan di waktu malam hari. Maka apakah kalian tidak memikirkan?) hai penduduk Mekah, mengenai apa yang telah menimpa mereka berupa azab, oleh karena kalian lalu mengambil pelajaran darinya

Verse 139 — Surah As-Saffat 37:139

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul

Verse 140 — Surah As-Saffat 37:140

(Ingatlah ketika ia lari) maksudnya, minggat (ke kapal yang penuh muatan) hal ini terjadi sewaktu ia bersitegang dengan kaumnya, karena ternyata azab yang diancamkan olehnya kepada kaumnya tidak turun-turun juga, akhirnya ia melarikan diri naik kapal. Dan kapal yang dinaikinya itu berhenti di tengah laut yang besar ombaknya. Juru mudi kapal mengatakan, bahwa di dalam kapal ini terdapat seorang hamba yang melarikan diri dari tuannya, hal ini akan tampak jelas melalui undian

Verse 141 — Surah As-Saffat 37:141

(Kemudian ia ikut berundi) para penumpang kapal itu semuanya diundi (lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu) akibatnya ia dilemparkan ke laut

Verse 142 — Surah As-Saffat 37:142

(Maka ia ditelan oleh ikan besar) ditelan bulat-bulat (dalam keadaan tercela) karena ia melakukan perbuatan yang tercela, yaitu pergi dengan memakai jalan laut kemudian naik kapal meninggalkan kaumnya, tanpa izin terlebih dahulu dari Rabbnya

Verse 143 — Surah As-Saffat 37:143

(Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih) yakni selalu ingat kepada Allah, melalui zikirnya di dalam perut ikan seraya mengatakan, "Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiina", artinya, "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya

Verse 144 — Surah As-Saffat 37:144

(Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit) artinya, niscaya perut ikan besar itu akan menjadi kuburnya hingga hari kiamat nanti

Verse 145 — Surah As-Saffat 37:145

(Kemudian Kami lemparkan dia) Kami campakkan dia dari dalam perut ikan besar itu (ke daerah yang tandus) di permukaan bumi yang tandus, yakni ke tepi pantai pada hari itu juga, setelah tiga hari, tujuh hari, dua puluh hari atau setelah empat puluh hari sejak ia ditelan ikan besar itu (sedangkan ia dalam keadaan sakit) yakni kurus kering dan sakit bagaikan anak ayam yang terserang penyakit kok

Verse 146 — Surah As-Saffat 37:146

(Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu) pohon itu dapat menaunginya dengan batangnya, berbeda keadaannya dengan pohon labu yang biasanya. Hal ini merupakan suatu mukjizat baginya, setiap pagi dan petang datang kepadanya kambing hutan, ia meminum air susu dari teteknya hingga ia kuat kembali

Verse 147 — Surah As-Saffat 37:147

(Dan Kami utus dia) sesudah itu, sebagaimana status sebelumnya, kepada kaum Bunainawiy yang tinggal di daerah Maushul (kepada seratus ribu orang atau) bahkan (lebih dari itu) yakni lebih dua puluh atau tiga puluh atau tujuh puluh ribu orang

Verse 148 — Surah As-Saffat 37:148

(Lalu mereka beriman) sewaktu mereka menyaksikan azab yang telah dijanjikan kepada mereka (karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka) artinya, kami biarkan mereka menikmati harta yang ada pada mereka (hingga waktu yang tertentu) hingga ajal mereka datang

Verse 149 — Surah As-Saffat 37:149

(Tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah; ungkapan ini dimaksud sebagai ejekan terhadap mereka, ("Apakah untuk Rabb kamu anak-anak perempuan) sesuai dengan dugaan mereka bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah (dan untuk mereka anak laki-laki) mereka memilih yang lebih kuat dan yang lebih baik

Verse 150 — Surah As-Saffat 37:150

(Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikannya") yakni mereka menyaksikan penciptaan Kami itu, yang karenanya mereka mengatakan demikian

Verse 151 — Surah As-Saffat 37:151

(Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya) dengan kedustaan mereka itu (benar-benar mengatakan)

Verse 152 — Surah As-Saffat 37:152

(Allah beranak") melalui perkataan mereka yang menyatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta) dalam hal ini

Verse 153 — Surah As-Saffat 37:153

(Apakah Tuhan memilih) lafal Ashthafaa Hamzahnya adalah Hamzah Istifham yang berharakat Fatah, oleh karenanya Hamzah Washal tidak dibutuhkan lagi, sebab itu dibuang. Yakni apakah Allah mengutamakan (anak-anak perempuan daripada anak laki-laki)

Verse 154 — Surah As-Saffat 37:154

(Apakah yang terjadi pada kalian? Bagaimanakah caranya kalian menetapkan?) kesimpulan yang rusak ini

Verse 155 — Surah As-Saffat 37:155

(Maka apakah kalian tidak memikirkan?) bahwasanya Allah swt. itu Maha Tinggi lagi Maha Suci dari mempunyai anak

Verse 156 — Surah As-Saffat 37:156

(Atau apakah kalian mempunyai bukti yang nyata?) artinya hujah yang jelas menyatakan bahwa Allah mempunyai anak

Verse 157 — Surah As-Saffat 37:157

(Maka bawalah kitab kalian) kitab Taurat kalian, kemudian perlihatkanlah kepadaku mengenai hal itu di dalamnya (jika kalian memang orang-orang yang benar) di dalam perkataan dan dugaan kalian itu

Verse 158 — Surah As-Saffat 37:158

(Dan mereka adakan) orang-orang musyrik itu (antara Dia) yakni Allah swt. (dan antara jin) yakni malaikat dinamakan Al-Jinnah karena mereka tidak dapat dilihat oleh mata (hubungan nasab) melalui perkataan mereka yang menyatakan bahwasanya malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka) yakni orang-orang yang mengatakan demikian (benar-benar akan diseret) ke dalam neraka dan mereka akan diazab di dalamnya

Verse 159 — Surah As-Saffat 37:159

(Maha Suci Allah) kalimat ini memahasucikan Dia (dari apa yang mereka sifatkan) yaitu bahwasanya Allah mempunyai anak

Verse 160 — Surah As-Saffat 37:160

(Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa) yakni kecuali orang-orang yang beriman. Istitsna di sini adalah bersifat Munqathi'. Maksudnya bahwa mereka yang beriman itu memahasucikan Allah swt. dari apa yang telah disifatkan oleh mereka kepada-Nya

Verse 161 — Surah As-Saffat 37:161

(Maka sesungguhnya kalian dan apa-apa yang kalian sembah itu) yakni berhala-berhala sesembahan-sesembahan kalian itu

Verse 162 — Surah As-Saffat 37:162

(Sekali-kali kalian dengannya tidak akan dapat) dengan melalui sesembahan kalian itu; lafal 'Alaihi berta'alluq kepada firman selanjutnya, yaitu (menyesatkan) seorang pun

Verse 163 — Surah As-Saffat 37:163

(Kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala-nyala) menurut ilmu Allah swt

Verse 164 — Surah As-Saffat 37:164

Malaikat Jibril berkata kepada Nabi saw., ("Tiada seorang pun di antara kami) para malaikat (melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu) di langit, di tempat itu ia beribadah kepada Allah dan tidak melampaui tempat atau kedudukan yang lain

Verse 165 — Surah As-Saffat 37:165

(Dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf) artinya meluruskan telapak kaki kami dalam salat

Verse 166 — Surah As-Saffat 37:166

(Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih.") menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak layak bagi-Nya

Verse 167 — Surah As-Saffat 37:167

(Sesungguhnya) lafal In di sini adalah bentuk Takhfif dari lafal Inna (mereka) yakni orang-orang kafir Mekah (akan berkata)

Verse 168 — Surah As-Saffat 37:168

(Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah peringatan) maksudnya, sebuah kitab (dari orang-orang yang dahulu) yakni dari kitab-kitab yang diturunkan kepada orang-orang yang dahulu

Verse 169 — Surah As-Saffat 37:169

(Benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang mukhlis") maksudnya beribadah kepada-Nya semata

Verse 170 — Surah As-Saffat 37:170

Allah berfirman, ("Tetapi mereka mengingkarinya) mengingkari Kitab yang diturunkan kepada mereka, yaitu Alquran kitab yang lebih mulia daripada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kekafiran dan keingkaran mereka itu

Verse 171 — Surah As-Saffat 37:171

(Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami) pertolongan Kami (kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul) yaitu sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang." (Q.S. Al-Mujadilah)

Verse 172 — Surah As-Saffat 37:172

Atau janji tersebut sebagaimana yang diungkapkan-Nya pada ayat berikut ini, yaitu, (yaitu, 'Sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan)

Verse 173 — Surah As-Saffat 37:173

(Dan sesungguhnya tentara Kami) yakni orang-orang mukmin (itulah yang pasti menang) atas orang-orang kafir melalui hujah, dan mendapat kemenangan atas mereka di dunia ini. Dan jika sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak mendapat kemenangan atas orang-orang kafir di dunia ini, maka mereka pasti mendapat kemenangan di akhirat nanti

Verse 174 — Surah As-Saffat 37:174

(Maka berpalinglah kamu dari mereka) yaitu dari orang-orang kafir Mekah (sampai suatu ketika") sampai Dia memerintahkannya untuk memerangi mereka

Verse 175 — Surah As-Saffat 37:175

(Dan terangkanlah kepada mereka) apabila azab turun kepada mereka (maka kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kekafiran mereka

Verse 176 — Surah As-Saffat 37:176

Maka mereka mengatakan dengan nada yang mengejek, "Kapankah turunnya azab itu?" Lalu Allah berfirman mengancam mereka yang mengatakan demikian: (Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan)

Verse 177 — Surah As-Saffat 37:177

(Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka. Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar

Verse 178 — Surah As-Saffat 37:178

Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika

Verse 179 — Surah As-Saffat 37:179

(Dan lihatlah, karena mereka juga akan melihat) ayat ini diulangi penyebutannya dengan maksud untuk mengukuhkan ancaman yang ditujukan kepada mereka, dan sekaligus sebagai penenang hati bagi Nabi saw

Verse 180 — Surah As-Saffat 37:180

(Maha Suci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan) yakni kemenangan (dari apa yang mereka katakan) yaitu, bahwa Dia memiliki anak

Verse 181 — Surah As-Saffat 37:181

(Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul) yang menyampaikan ajaran tauhid dan syariat-syariat dari Allah swt

Verse 182 — Surah As-Saffat 37:182

(Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam) Yang menolong mereka dan yang membinasakan orang-orang yang kafir